KUPS Madu

KUPS Madu memfokuskan usaha pada produksi madu kelulut1). Usaha ini dimaksudkan sebagai pengganti usaha madu hutan yang selama sekian generasi diusahakan oleh masyarakat Kampung Dumaring dengan memanen madu dari sarang lebah besar (Apis spp.) di hutan, terutama pada pohon madu (Mengeris, Koompassia excelsa).

Dari waktu ke waktu produksi madu hutan di Kampung Dumaring dan kampung-kampung sekitarnya semakin menurun, sehingga tidak dapat diharapkan lagi sebagai gantungan hidup. Situasi ini diakibatkan oleh beberapa faktor, antara lain: semakin menyusutnya luas hutan, semakin berkurangnya pohon madu, semakin banyak pohon madu yang tidak produktif (tidak dijadikan tempat bersarang lebah), semakin sering terjadi bunga pohon-pohon hutan pakan lebah besar rontok akibat perubahan iklim, dan semakin sedikit pemanjat madu hutan karena faktor usia.

Madu kelulut diproduksi oleh spesies-spesies lebah tanpa sengat (Trigona spp.). Jenis madu ini memiliki keunggulan dibanding madu hutan atau madu yang dihasilkan dari budidaya lebah besar (Apis spp.), antara lain kandungan propolis, antioksidan, antibakteri, dan mineral lebih tinggi, serta kandungan gula sukrosa dan karbohidrat lebih rendah.

Madu kelulut Dumaring dihasilkan dari area budidaya lebah tanpa sengat (Trigona spp.) di pekarangan dan kebun para anggota KUPS Madu dan area Rumah Produksi Madu Kelulut Dumaring.

Pengembangan usaha produksi madu kelulut Dumaring didampingi oleh Mbrio2) dan Program Kolaborasi Konservasi Hutan dan Sungai Dumaring. Program Kolaborasi memberikan pendampingan (technical assistance) di ranah budidaya lebah tanpa sengat dan produksi madu kelulut dengan rujukan Good Manufacturing Practices (GMP) dan Good Beekeeping Practices (GBP). Mbrio memberikan pembinaan untuk menjaga kualitas madu kelulut yang diproduksi melalui pemenuhan persyaratan madu murni berkualitas tinggi dengan menerapkan SNI 8664:2018 - Standar Pengelolaan dan Mutu Madu Indonesia dan Codex Standard for Honey (12-1981, Rev. 1-1987, Rev. 2-2001).

Hasil pemeriksaan kualitas madu yang dilakukan di laboratorium Mbrio di Bogor, laboratorium di Jerman, dan laboratorium di Vietnam menunjukkan bahwa madu kelulut Dumaring memiliki tingkat kemurnian sangat tinggi (tertinggi dibandingkan madu-madu merek lain yang beredar di pasaran), yang dicirikan dengan kandungan gula C43) yang sangat rendah, yaitu 0.35%, jauh di bawah ambang batas 7%, dan kandungan gula C34) yang sangat tinggi.

Produk-produk herbal ini dijual secara fisik di Rumah Kreasi Dumaring dan secara online (nama akun IG). Pemesanan produk juga dapat dilakukan melalui teks WA (+62 ...).

1) Disebut juga madu klanceng (Jawa), teuweul (Sunda), stingless-bee honey (Inggris).

2) Perusahaan dengan keahlian di bidang sertifikasi dan inspeksi keamanan pangan (HACCP, GMP, ISO 22000, ISO 9000), uji laboratorium produk pangan, dan riset dan pengembangan produk pangan.

3) Gula yang berasal dari tanaman yang mengandung karbohidrat yang tinggi, seperti tebu, sorgum, jagung, singkong, dan beet. Disebut gula pengotor madu.

4) Gula yang berasal dari tanaman berbunga yang memiliki nektar, seperti kopi, rambutan, durian, randu, lengkeng, kelapa, beragam tanaman bunga-bungaan.